Berapa Harga Promo Umroh yang Ideal ?

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menyatakan agen perjalanan umrah berikan harga promo boleh memberikan kepada jemaah harga promo asalkan masuk akal.

Menurut AMPHURI, harga promo umrah yang ideal sekitar Rp 18 juta – Rp 19 juta per jemaah. Harga tersebut, juga tidak berlaku pada musim puncak umrah pada bulan Desember. Pada Desember, harga perjalanan umrah di atas Rp 20 juta.

“Bolehlah (beri harga promo) yang penting masih masuk akal. Harga Rp 18 juta itu belum termasuk dari umrah kita,” ujar Ketua Dewan Kehormatan AMPHURI, Rinto Raharja, saat dihubungi, Selasa (8/8/2017).

Menanggapi kasus First Travel, Rinto menilai harga yang diberikan First Travel tidak relevan. Pasalnya, dengan harga yang ditawarkan, hanya dapat membayarkan biaya transportasi ke tanah suci.

“Dia terakhir, promonya Rp 8,8 juta itu tidak masuk akal, karena harga tiketnya sudah Rp 10 juta. Bagaimana hotelnya, bagaimana makannya,” jelas dia.

Dalam hal ini, Rinto mengatakan, Kementerian Agama dirasa telat untuk mencabut izin penyelenggaraan umrah First Travel. Karena, menurut dia, First Travel sudah lama telah melakukan pelanggaran dan menelantarkan jemaah umrah.

“Sudah seharusnya (izin penyelenggara umrah First Travel) dicabut dari dulu. Saya tidak tahu alasan apa Kemenag terlambat melakukannya. Padahal sudah jelas banyak merugikan dengan harga yang tidak masuk akal,” pungkas dia.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) mencabut izin penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel).

Pencabutan izin First Travel tercantum dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 589 Tahun 2017 tentang Penjatuhan Sanksi Administrasi Pencabutan Izin Penyelenggaraan PT First Anugerah Karya Wisata sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah Keputusan Menteri tersebut telah berlaku sejak 1 Agustus 2017.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga membekukan penawaran perjalanan umrah promo oleh PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel yang saat ini dipatok sebesar Rp 14,3 juta. Sedangkan biaya umrah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama sekitar Rp 21 juta-Rp 22 juta.

 

Haji dan Umroh setiap Hari

Ada satu ibadah yang bila melakukannya maka kita akan mendapat pahala seperti pahala haji dan umrah, Tapi kita tetap wajib berhaji jika mampu. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ »

“Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian dia duduk – dalam riwayat lain: dia menetap di mesjid untuk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala haji dan umrah, sempurna sempurna sempurna“

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan duduk menetap di tempat shalat, setelah shalat shubuh berjamaah, untuk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian melakukan shalat dua rakaat.

10 Fatwa Penting Seputar Ibadah Haji dan Umroh

Memahami fatwa haji dan umroh merupakan kewajiban calon pesertanya. Pasalnya, fatwa menjadi bekal agar tidak melakukan hal-hal terlarang. Selain itu, Anda bisa menunaikan ibadah tersebut dengan benar, khusyuk, dan sesuai rukunnya. Berikut ini sepuluh fatwa yang harus diketahui sebelum berangkat ke tanah suci.

  1. Dalil Hukum, Adab, dan Syarat dalam Ibadah Haji

Menunaikan ibadah haji hukumnya fardu ain bagi muslim yang memiliki kemampuan untuk melakukan perjalanan ke tanah suci. Artinya, Anda wajib berangkat haji ketika mencapai usia balig, Islam, berakal, dan mempunyai kecukupan harta. Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam Alquran:

“…Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (Q.S. Ali Imran : 97)

  1. Haji bagi Anak Kecil

Pernah melihat anak kecil menunaikan haji atau umroh? Meskipun belum balig, anak tersebut tetap mendapatkan pahala. Hukum haji baginya tidak wajib, tetapi dihitung sebagai amal perbuatan si kecil. Bahkan, Rasulullah SAW menegaskan, nilai kebaikan yang diterima sama dengan ganjaran orang dewasa.

  1. Haji untuk Wanita

Ibadah haji dan umroh boleh dilakukan siapa pun, tanpa memandang latar belakang. Namun, khusus wanita, ada aturan tertentu yang mesti dipahami. Jika wanita tersebut tidak memiliki mahram, kewajiban ibadah hajinya menjadi gugur. Pasalnya, adanya mahram merupakan bukti kemampuan untuk melakukan perjalanan.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Tidak halal bagi wanita bepergian dalam perjalanan sehari semalam, kecuali bersama mahramnya.” (HR. Al-Bukhari)

  1. Larangan Selama Ihram

Ihram merupakan rukun haji dan umroh. Jika Anda sudah meniatkannya dan mengenakan pakaian ihram, banyak hal yang tidak boleh dilakukan. Secara umum, larangannya antara lain, memotong kuku, menikah, melakukan hubungan suami istri, menggunduli rambut, memakai cadar bagi wanita, dan menebang pohon di sekitar Masjidil Haram.

  1. Pelaksanaan Haji dan Umroh Berulang Kali

Para ulama sepakat, ibadah haji hanya bisa dilaksanakan sekali seumur hidup, sedangkan umroh boleh berulang kali, walaupun sebenarnya tidak diperkenankan melarang orang yang ingin menunaikan haji lebih dari satu kali. Kedua hal yang saling bertentangan ini membutuhkan pengertian dari kedua belah pihak, baik pemerintah, atau pun peserta haji. Sebaiknya, Anda memberikan ruang untuk orang yang belum pernah menunaikan haji. Dengan demikian, tidak seorang pun merasa dizalimi.

  1. Mewakilkan Ibadah Haji

Ibadah haji memang wajib bagi muslim yang memiliki kemampuan secara finansial. Jika orang tersebut sudah lanjut usia, hajinya boleh diwakilkan kepada anak, menantu, atau anggota keluarganya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadis berikut ini:

“Wahai Rasulullah, salah satu kewajiban hamba Allah adalah melaksanakan ibadah haji, sedang ayahku sudah sangat tua hingga tidak mampu melaksanakan ibadah itu, apa saya boleh menghajikan untuk dirinya? Rasulullah SAW menjawab “boleh”. Jawaban Rasulullah SAW itu disampaikan ketika haji wada’.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dll.)

Memahami fatwa haji dan umroh merupakan kewajiban calon pesertanya. Pasalnya, fatwa menjadi bekal agar tidak melakukan hal-hal terlarang. Selain itu, Anda bisa menunaikan ibadah tersebut dengan benar, khusyuk, dan sesuai rukunnya.

  1. Membayar Fidiah

Fidiah atau denda diberlakukan jika seseorang melakukan pelanggaran dalam ihram. Ada tiga macam fidiah, yaitu memberi makan 60 orang miskin, menyembelih seekor kambing untuk dibagikan, dan berpuasa. Beberapa larangan yang menyebabkan munculnya sanksi tersebut, antara lain menggunduli rambut kepala, mengenakan pakaian berkancing, memakai cadar, dan menggunakan parfum.

  1. Bermalam di Muzdalifah

Bermalam di Muzdalifah adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan. Namun, orang lanjut usia atau dalam kondisi sakit diperkenankan mabit di tempat lain. Sebaliknya, jika meninggalkan Muzdalifah tanpa alasan jelas, sanksinya menyembelih satu ekor hewan kurban.

  1. Menunaikan Salat bagi Musafir

Saat Anda berada di tanah suci, diperbolehkan meringkas salat lima waktu. Istilahnya dikenal dengan jamak qasar. Toleransi ini berlaku selama tinggal di Mekah sampai kembali ke negara asal. Rasulullah SAW pun melakukan hal yang sama ketika singgah sementara di Desa Tabuk.

  1. Hukum Haji bagi Orang yang Meninggalkan Salat

Melaksanakan salat adalah salah satu rukun Islam sehingga setiap muslim wajib memenuhinya. Orang yang menunaikan ibadah haji, tetapi mengabaikan salat; pahalanya gugur. Bahkan, sebagian ulama berpendapat, hajinya tidak sah.

Demikian ulasan mengenai fatwa seputar haji dan umroh. Semoga dapat dijadikan pedoman saat menunaikannya.

Cara Menghitung Sendiri Biaya Umroh Paling Murah yang Kamu Inginkan

Salah satu kelebihan umrah backpacker jika dibandingkan umrah dari biro perjalanan adalah biayanya yang lebih murah. Anda bisa mengatur sendiri segala hal menjadi lebih murah, memangkas hal-hal tidak perlu, dan mempersiapkan itinerary atau rute perjalanan sesuai dengan keinginan. Dengan mengatur segala hal secara mandiri, Anda bisa memperkirakan berapa banyak biaya yang dibutuhkan dari awal hingga akhir perjalanan.

Cara Umroh Murah

Jika Anda ingin melakukan perjalanan umrah backpacker dalam waktu dekat, hitunglah perkiraan biayanya saat ini juga. Hal ini dilakukan agar persiapan Anda menjadi lebih matang sehingga rencana bisa berjalan dengan baik. Berikut cara umroh murah yang bisa Anda rancang dan hitung sesuai dengan keinginan.

Visa dan Tiket Perjalanan

Biaya terbesar saat akan melakukan perjalanan umrah ke tanah suci baik secara backpacker atau melalui biro wisata adalah visa dan tiket perjalanan. Rata-rata untuk sekali perjalanan pulang dan pergi dibutuhkan biaya Rp13.000.000,00 hingga Rp16.000.000,00. Jika Anda merasa biaya ini cukup besar, carilah beberapa tiket promo yang diberikan oleh maskapai penerbangan dengan rute perjalanan ke Jeddah, Arab Saudi.

Selain memesan tiket promo yang kadang diberikan maskapai, ada baiknya Anda membeli tiket saat low season. Biasanya tiket saat musim non-Haji lebih murah, bahkan sering ada diskon. Anda bisa memilih kapan saja waktu berangkat sesuai dengan keinginan dan kemampuan finansial yang Anda miliki.

Akomodasi di Tanah Suci

Jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, ada baiknya Anda berburu hotel atau penginapan di Tanah Suci. Pilihlah akomodasi yang benar-benar nyaman, harga murah, dekat dengan Masjidil Haram/Masjid Nabawi, dan memiliki dapur. Saat low season, harga hotel untuk 6-7 hari berkisar Rp1.500.000,00 hingga Rp2.000.000,00. Harga itu akan naik menjadi 8 kali lipat saat musim haji atau Ramadan tiba.

Pilihlah hotel atau penginapan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan

 

Paspor dan Visa Umroh

Land Arrangement (LA)

Land Arrangement biasanya mencakup makan, pemandu wisata, dsb. Selama di Tanah Suci, banyak hotel yang menyediakan jasa ini dengan harga termurah Rp900.000,00 (low season) dan termahal Rp4.800.000,00 (high season). Kalau Anda tidak ingin menggunakan jasa LA tidak masalah karena akan lebih hemat. Pergilah ke kedai yang menjual makanan murah atau memasak sendiri di dapur hotel. Inilah alasan mengapa hotel yang harus Anda pesan di poin 2 wajib memiliki dapur sendiri.

Transportasi di Tanah Suci

Saat melakukan perjalanan umrah secara backpacker, memilih transportasi di Tanah Suci adalah perkara yang krusial. Anda harus pandai-pandai memilih model transportasi yang tepat agar tidak dikenakan biaya yang sangat mahal oleh sopir yang memang dikenal “nakal” terhadap jemaah. Untuk mengatasi hal ini, Anda disarankan untuk menggunakan bus umum atau banyak-banyak jalan kaki jika tempat yang dituju tidak terlalu jauh. Selama melakukan umrah biaya yang dihabiskan untuk transportasi sekitar Rp1.300.000,00.

Pemandu Wisata, Sopir, dan Porter

Ada kalanya saat berada di Tanah Suci Anda bingung dengan arah atau tidak tahu akan ke mana lagi. Untuk mengatasi hal itu disarankan untuk menggunakan jasa pemandu wisata yang bisa Anda peroleh dari biro perjalanan di dalam negeri atau yang langsung ada di sana. Selanjutnya kalau Anda ingin menyewa mobil, mintalah sopir di sana untuk mengantarkan ke tempat bersejarah terbaik. Terakhir, kalau Anda merasa capai saat membawa tas mengingat udara di Arab Saudi yang panas, sewalah jasa porter. Biaya untuk keperluan ini sekitar Rp950.000,00 saat low season.

Umroh Backpacker Murah

Inilah salah satu cara umroh murah yang bisa Anda terapkan saat akan ke tanah suci. Dengan menghitung secara kasar rincihan biayanya, Anda akan dengan mudah mempersiapkan dananya sejak jauh-jauh hari. Semoga bermanfaat!

Sarana Pensucian diri Melalui Umroh

Rasulullah Saw bersabda :

“ Suatu Umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa-dosa di antara keduanya dan tidak ada imbalan bagi  haji mabrur kecuali surga.” (H.R. Bukhari).

Rasulullah Saw bersabda :

“Barangsiapa berangkat ke Baitullah (rumah Allah), kemudian tidak berkata kotor dan tidak berbuat dosa, dia akan terbebas  dari dosa-dosanya seperti bayi  yang baru  dilahirkan” (Muttafaq ‘Alaih).

Kedua Hadits Shahih diatas menjelaskan bahwa ibadah umrah bisa menjadi penggugur bagi dosa-dosa apabila dilakukan dengan ikhlas dan pelaksanaannya sesuai sunnah Rasulullah Saw. Karena itu, luruskan niat, mantapkan jiwa bahwa kita berumrah benar-benar ingin memenuhi panggilan Allah Swt, benar-benar mau mengabdikan diri kepada-Nya.

Jadikanlah umrah sebagai sarana introispeksi diri, perbaikan diri dan sebagai sarana untuk meminta pertolongannya, karena Allah menjanjikan akan mengabulkan segala permintaan hamba-Nya saat di tanah suci apabila permintaan tersebut akan menjadi kebaikan, namun kalau permintaan itu menurut Allah akan menjadi keburukan, maka Allah akan mencatatnya sebagai amal shaleh.

Rasulullah Saw bersabda :

“Jama’ah haji dan umroh  adalah tamu Allah. Allah menyeru mereka, lalu mereka pun menyambut seruannya. Mereka meminta kepada-Nya dan Allah pun akan mengabulkannya” (HR. Bukhari)

Setiap orang pasti merindukan Tanah Suci, apalagi Ka’bah di Tanah Haram Makkah. Di tempat tersebut ada dua aktivitas ibadah yang mulia yaitu umrah dan haji.

Umrah (bahasa Arab: عمرة) adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.

Pada istilah teknis syari’ah, Umrah berarti melaksanakan Tawaf di Ka’bah dan Sa’i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari Miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.

Perbedaan Umrah dengan Haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan Haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.

Umroh adalah jihad sebagaimana ibadah haji, menghapus dosa di antara dua umrah,  menghilangkan kefakiran dan menghapus dosa.

Umroh Bersama si kecil

Umroh Kegiatan ber umroh merupakan kegiatan ibadah yang sangat menyita energi. Bagi orang tua, ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Apalagi bila kita hendak mengajak si kecil berumroh. Tujuan Umroh Bersama Si Kecil Beberapa keluarga, ada yang mengajak anak-anak untuk pergi umroh semata-mata karena ingin memberikan pengalaman baru kepada anak-anaknya meskipun menurut  kesepakatan ulama tidak ada kewajiban untuk berumroh bagi anak-anak yang belum akil baligh.

Selain itu adapula keluarga yang membawa serta anaknya yang masih balita untuk berumroh karena tidak ingin meninggalkan anak sendirian, terutama yang masih menyusu ASI.

Biaya Umroh Untuk biayanya, ada biro travel umroh yang mengenakan diskon sebesar 5 – 15{e1182edaea88fbcec67ad95006a9b119d379d1dcedac9781228638ddb32c5693} dari biaya umroh yang dikeluarkan untuk anak yang berusia antara 0 – 24 bulan (2 tahun). Sedangkan untuk anak diatas usia 2 tahun dikenakan biaya sama dengan biaya umroh orang tua. (Lihat biaya umroh di paket umroh Azzahra.) Ada juga skema diskon lain tergantung dari masing-masing biro perjalanan umroh tersebut. Biasanya besarnya diskon ini merupakan variabel dari diskon di penerbangan dan hotel untuk anak-anak.

Syarat dan Perlengkapan Umroh Si Kecil Seperti halnya orang tua yang hendak pergi umroh, maka beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk si kecil adalah paspor. Ketentuan terbaru, anak-anak harus memiliki paspor, prosedurnya hampir sama dengan pengurusan paspor bagi orang tua. Hanya saja karena masih anak-anak dan tidak memiliki KTP, maka dokumen yang harus digunakan adalah akta kelahirannya, KTP orang tua dan Kartu Keluarga (KK). Persyaratan nama di paspor anak  dengan 3 suku kata tetap berlaku. Sebelum berangkat, pastikan anak-anak mendapatkan vaksinasi meningitis, namun vaksin ini tidak wajib bagi anak yang berusia dibawah 2 tahun.

Persiapkan pula untuk membawa obat-obatan yang diperlukan untuk sakit ringan, misalnya minyak angin, obat panas, batuk, thermometer dan sebagainya. Bila perlu bawa pula vitamin dan suplemen. Untuk menghalau kebosanan, bawa pula mainan si kecil atau buku bacaan favoritnya bila dia telah bisa membaca. Musim Saat Umroh Perhatikan pula pada musim apa anda akan berangkat umroh bersama buah hati. Bawa pula jaket, baju hangat dan pelembab kulit untuk anda dan anak-anak. Ada baiknya perlu juga berkonsultasi dengan dokter anak apabila anak tersebut memiliki penyakit khusus seperti asma atau alergi sehingga bisa mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk makanan, di Tanah Suci tersedia restoran atau rumah makan yang menunya cukup bersahabat dengan anak-anak, misalnya ada yang menjual ayam atau telur goreng/rebus, es krim dan sebagainya. Untuk pakaian, sesuaikan juga dengan musim. Bila anda dan si kecil berangkat saat musim panas, pilih baju dari katun yang dapat menyerap panas. Sebaliknya, bila anda berangkat saat musim dingin, persiapkan baju hangat ekstra atau jaket.

Direkomendasikan anda pergi umroh bersama anak di awal atau akhir bulan Maret April, karena cuaca belum terlalu panas atau tidak terlalu dingin. Bawa pula diapers bila anak anda masih balita. Apabila anak merasa capek pada saat menjalani thawaf keliling Ka’bah atau saat lari Sa’i, jangan memaksa si anak. Bila memungkinkan anda dapat menggendong si kecil atau menyewa kursi roda yang disediakan di sekitar Masjidil Haram.

Stroller atau kereta bayi hanya boleh sampai pintu masuk masjid, namun kursi roda masih boleh masuk. Atau anda siapkan juga gendongan. Menurut pengalaman beberapa jamaah umroh yang bepergian bersama anak balitanya, stroller masih boleh masuk di masjid di Madinah. Selain itu kursi roda juga disewakan beserta pendorongnya, ada baiknya bila anda memilih pendorong kursi roda orang Indonesia, bukan orang lokal. Namun bila masih memungkinkan anda beribadah sembari mendorong kursi roda si kecil tidak apa-apa.

Umroh bersama dua orang anak kecil Demikian sedikit informasi tentang tips membawa anak pergi bersama melaksanakan ibadah umroh. Yang penting adalah jangan memaksakan kepada anak untuk mengikuti ibadah umroh seperti halnya orang tua. Perhatikan juga kenyamanan dan keamanan anak ketika anda sedang beribadah. Semoga dengan sejak dini membawa si kecil ke tanah suci dan mengenalkannya dengan Baitullah, menjadi rahmat dan barokah untuknya di kemudian hari dan tabungan pahala yang tiada putusnya untuk orangtuanya. Aamiin.

BETAPA SERIUS UNDANGAN ALLAH YANG SATU INI

 Kepada Semua Manusia Dan Meski Harus Jalan Kaki.

 Tambahan Julukan: JIHAD.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: -(( جِهَادُ الْكَبِيرِ وَالصَّغِيرِ وَالضَّعِيفِ وَالْمَرْأَةِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ )) – رواه النسائي بإسناد حسن..

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Bersabda: Jihadnya: Orang Tua (LANSIA), Anak Kecil,Orang Dlu’afa’(Tidak Mampu) Dan Wanita.. Adalah HAJI DAN UMROH”. HR An_Nasai Dan Ahmad.

 Perintah Mensegerakan Disertai Peringatan Keras (ancaman).

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « مَنْ أَرَادَ الْحَجَّ فَلْيَتَعَجَّلْ فَإِنَّهُ قَدْ يَمْرَضُ الْمَرِيضُ وَتَضِلُّ الضَّالَّةُ وَتَعْرِضُ الْحَاجَةُ ».

Rasulullah Saw Bersabda: “Bangsiapa Yang Telah Berkeinginan Haji Maka Hendaklah Ia Segerakan, Karena Bisa Jadi Akan Sakit,Hilang Kekayaannya Atau Ada Keperluan Lain (Mendesak)”. Hr. Ibnu Majah, dihasankan Oleh Al Albani.

 Perintah Mengulang-ulang:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضى الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ ((‏ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا..)).‏- رواه البخاري.

Dari Abu Huroiroh Ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda. “Umroh yang satu keumroh yang lain menjadi penghapus dosa yang terjadi antara keduanya..”. (HR. Bukhori)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ » [أخرجه النسائي]

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Laksanakanlah Secara Mutaba’ah (saling menyusul) Antara Haji Dan Umrah, Karena Sesungguhnya Keduanya Menghilangkan Kemiskinan Dan Dosa, Sebagaimana Penempaan Dapat Menghilangkan Karat Besi, Emas, Dan Perak. Dan Tidak Ada Pahala(Yang Setimpal Bagi) Haji Mabrur Kecuali Surga.” (HR Nasa’I Dinyatakan Shahih Oleh Al-Albani Dalam Shahih Sunan An-Nasa’I).

قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم : إِنَّ الله , عَزَّ وَجَلَّ , يَقُولُ : إِنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ لَهُ جِسْمَهُ ، وَأَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِي الْمَعِيشَةِ تَمْضِي عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لاَ يَفِدُ إِلَيَّ لَمَحْرُومٌ.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam Bersabda: “Allah Berfirman: “Sesungguhnya Seorang Hamba Telah Aku Sehatkan Badannya, Aku Luaskan Rezekinya,Dan Ketika Waktu Lima Tahun Juga Telah Dijalani Dengan Keduanya,Sementara Dia Tidak Menghandiri Undangan-Ku (Haji/Umroh), Maka Sungguh Dia Orang Yang Benar-Benar Terhalang (Dari Rahmat Dan Kebaikan_Kemanfaatan Tak Terbatas)”. (HR. Ibnu Hibban Dan Dishahihkan Oleh Al Albani Di Dalam Kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, No. 1662.)

قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم : يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ لَهُ بَدَنَهُ، وَ أَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِي الرِّزْقِ، ثُمَّ لَمْ يَفِدْ إِلَيَّ بَعْدَ أَرْبَعَةِ أَعْوَام لَمَحْرُومٌ”. رواه الطبراني وعبد الرزاق وهو حديث صحيح بطرقه، وشواهده.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam Bersabda : “Allah Berfirman: Sesungguh-Nya Seorang Hamba Telah Aku Sehatkan Badannya,Dan Aku Lapangkan Rezekinya,Dan Dia Tidak Mendatangi (rumah)-Ku (Haji/Umroh), Setelah (kedua nikmat itu ada Padanya) Selama Empat Tahun,Maka Sungguh Dia Orang Yang Benar-Benar Terhalang (Dari Kebaikan Yang Seharusnya Dia Hasilkan Dalam Rentang Waktu Itu)”. (HR. At_Thobrani.)

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْتَمَرَ أَرْبَعَ عُمَرٍ كُلَّهُنَّ فِي ذِي الْقِعْدَةِ إِلَّا الَّتِي مَعَ حَجَّتِهِ عُمْرَةً زَمَنَ الْحُدَيْبِيَةِ أَوْ مِنْ الْحُدَيْبِيَةِ وَعُمْرَةَ الْقَضَاءِ فِي ذِي الْقِعْدَةِ وَعُمْرَةً مِنْ الْجِعْرَانَةِ حَيْثُ قَسَمَ غَنَائِمَ حُنَيْنٍ فِي ذِي الْقِعْدَةِ وَعُمْرَةً مَعَ حَجَّتِهِ

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Sesungguhnya Rasulullah SAW Melaksankan Umroh Sebanyak Empat Kali, Semuanya Dilakukan Dalam Bulan Dzulqa’dah, Kecuali Umrah Yang Beliau Kerjakan Bersama Hajinya, Yaitu Umrah Ketika Melakukan Perjanjian Hudaibiyah, Atau Dari Permulaan Hudaibiyah, Umrah Qadha’ Di Bulan Dzulqa ‘Dah, Umrah Dari Ji’ranah, Ketika Beliau Membagikan Harta Ghanimah Hunain Pada Bulan Dzulqa’dah, Dan Umrah Yang Dilakukan Berbarengan Dengan Hajinya. {shahih, Muttafaq Alaih)

قَالَ ابْنُ عُمَرَ اعْتَمَرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم قَبْلَ أَنْ يَحُجَّ‏.‏(صحيح البخاري)

Sahabat Ibnu Umar ra Berkata: “Nabi Shallallahu ’alaihi Wasallama. Telah Menunaikan Ibadah Umroh Sebelum Menunaikan Ibadah Haji”. HR Bukhori.

4 Kali Umroh Nabawiyah:

1-Tahun Ke 6 H (belum haji).

2-Tahun Ke 7 H (belum haji).

3-Tahun Ke 8 H (belum haji).

4-Tahun Ke 10 H (bersamaan dengan haji).

 Perintah Menghajikan Dan Mengumrohkan Orang Tua Yang Tidak Mampu Haji,Umroh Dan Naik Kendaraan :

عَنْ أَبِي رَزِينٍ الْعُقَيْلِيِّ، أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِي شَيْخٌ كَبِيرٌ لاَ يَسْتَطِيعُ الْحَجَّ وَلاَ الْعُمْرَةَ وَلاَ الظَّعْنَ ‏.‏ قَالَ ‏ ((‏ حُجَّ عَنْ أَبِيكَ وَاعْتَمِرْ )) رواه أبو داود وصححه الترمذي ‏.‏ وَأَبُو رَزِينٍ الْعُقَيْلِيُّ اسْمُهُ لَقِيطُ بْنُ عَامِرٍ ‏.‏

وقال أحمد: لا أعلم في إيجاب العُمرة حديثًا أجوَدَ من هذا، ولا أصحَّ منه.

Abu Razin Al-Uqoily ra Mendatangi Nabi saw,Lantas Berkata: “Wahai Rasulullah, Sesungguhnya Bapakku Adalah Orang Yang Tua Renta, Tidak Mampu Haji Dan Umrah Serta Tidak Bisa Menunggangi Kendaraan.” Nabi bersabda: “Haji Dan Umrahkanlah Atas Bapakmu”.

(HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi. Nama asli Abu Razin adalah Laqith Bin ‘Amir. Imam Ahmad berkata: “Saya belum mengetahui dalam hukum wajibnya umroh ada hadits lain lebih bagus dan lebih shahih dari hadits ini” ).

Umrah Bersama Keluarga

Menjalankan umrah akan menjadi sangat berkesan dan bermakna bila kita berangkat bersama keluarga tersayang. Umroh bersama keluarga akan memberikan begitu banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh seluruh anggota keluarga, baik Ayah, Ibu, anak – anak, Kakek, dan Nenek

Baik dari sisi komunikasi yang mudah karena bersama-sama menjalankan umrah rombongan, satu keluarga mendapat pengalaman umrah yang membahagiakan, menikmati cara berlibur yang lain dari biasanya.

Mengajak seluruh anggota keluarga untuk lebih bertaqarub atau mendekatkan diri kepada Allah, juga memberikan dan melapangkan hati serta membuka mata mengenai sejarah umrah dan segala sesuatu yang terkait dengan Makkah dan Madinah di tanah Arab.

Umroh bersama keluarga besar tentunya menjadi keinginan dan harapan siapapun. Karena rasanya lebih semarak dan bermakna bila dapat berumroh bersama keluarga. Namun juga, karena rata-rata biaya umroh dan visa yang harganya selalu naik menyebabkan harga paket umroh pun naik dan terkesan mahal.

Biro Umroh yang telah berpengalaman dan selalu memberikan pelayanan juga kesempatan kepada jamaah umroh untuk berangkat umroh bersama keluarga tercinta.

Umroh keluarga Azzahra walaupun murah namun tidak murahan, dengan pelayanan yang nyaman dan fasilitas yang terbaik

Dengan rezeki Anda yang berlebih, akan sangat bermanfaat bila dipergunakan untuk memberangkatkan keluarga Anda tercinta. Karena di sebagian rezeki melimpah yang kita punyai juga terdapat hak-hak dari orang-orang yang menjadi tanggungjawab kita serta mempunyai hubungan kekeluargaan dengan kita.

Tidak akan ada ruginya ketika memberikan sebagian harta kita untuk dimanfaatkan orang lain di jalan Allah. Karena balasan bagi orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Sungguh akan mendapatkan pahala yang berlipatganda.

Banyak sekali orang yang ingin beribadah umroh, namun keinginannya itu pupus dikarenakan biaya yang tidak mencukupi atau bahkan tidak ada sama sekali. Berbagi bersama keluarga atau orang-orang yang Anda anggap pantas untuk diberikan hadiah berupa tiket umroh ini akan membuat mereka tersenyum lebar dan bahagia.

Bayangkan jika kita menjadi perantara untuk kebahagiaan mereka. Semakin banyak yang kita berangkatkan umroh, akan semakin banyak pula yang merasakan manfaat dari rezeki berlebih yang kita punya. Apalagi membahagiakan seluruh anggota keluarga kita. Akan banyak pula pahala yang didapat tanpa mengurangi pahala mereka yang kita berangkatkan umroh. Selain itu juga, Allah memberi janji untuk melipatgandakan harta orang-orang yang dinafkahkan di jalan Allah.

Betapa banyak kita jumpai orang-orang sepulang beribadah haji maupun umroh, ketika di tanah air, rezekinya semakin bertambah dan bertambah.

Ini karena manfaat dan faidah yang sangat besar didapatkan di Tanah Suci Makkah. Siapa saja yang berbuat kebaikan, beribadah dengan khusyu’, berdzikir maupun berdoa kepada Allah ketika beribadah umroh di Tanah Suci. Maka dosa-dosa diampuni, diberikan pahala yang banyak, serta dihindari dari kefakiran juga diberikan rezeki yang sangat melimpah.

Umrah Ramadhan Seperti Haji Bersama Nabi

Umrah sudah kita ketahui keutamaannya. Sebagaimana amalan ada yang memiliki keistimewaan jika dilakukan pada waktu tertentu, demikian pula umrah. Umrah di bulan Ramadhan terasa sangat istimewa dari umrah di bulan lainnya yaitu senilai dengan haji bahkan seperti haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya pada seorang wanita,

مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّى مَعَنَا

Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?

Wanita itu menjawab, “Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya –ditunggangi suami dan anaknya-. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256).

Dalam lafazh Muslim disebutkan,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim no. 1256)

Dalam lafazh Bukhari yang lain disebutkan,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863).

 

Apa yang dimaksud senilai dengan haji?

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud adalah umrah Ramadhan mendapati pahala seperti pahala haji. Namun bukan berarti umrah Ramadhan sama dengan haji secara keseluruhan. Sehingga jika seseorang punya kewajiban haji, lalu ia berumrah di bulan Ramadhan, maka umrah tersebut tidak bisa menggantikan haji tadi.” (Syarh Shahih Muslim, 9:2)

 

Apakah umrah Ramadhan bisa menggantikan haji yang wajib?

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah (ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia di masa silam) pernah menerangkan maksud umrah Ramadhan seperti berhaji bersama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mendapat pertanyaan, “Apakah umrah di bulan Ramadhan bisa menggantikan haji berdasarkan sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa berumrah di bulan Ramadhan maka ia seperti haji bersamaku”?

Jawaban Syaikh rahimahullah, “Umrah di bulan Ramadhan tidaklah bisa menggantikan haji. Akan tetapi umrah Ramadhan mendapatkan keutamaan haji berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Umrah Ramadhan senilai dengan haji.” Atau dalam riwayat lain disebutkan bahwa umrah Ramadhan seperti berhaji bersama Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, yaitu yang dimaksud adalah sama dalam keutamaan dan pahala. Dan maknanya bukanlah umrah Ramadhan bisa menggantikan haji. Orang yang berumrah di bulan Ramadhan masih punya kewajiban haji walau ia telah melaksanakan umrah Ramadhan, demikian pendapat seluruh ulama. Jadi, umrah Ramadhan senilai dengan haji dari sisi keutamaan dan pahala. Namun tetap tidak bisa menggantikan haji yang wajib.” [Fatawa Nur ‘ala Darb, Syaikh Ibnu Baz]

Semoga Allah memudahkan kita untuk terus beramal sholih dan dimudahkan untuk melaksanakan umrah maupun haji ke Baitullah. Wallahu waliyyut taufiq.

Sumber : https://rumaysho.com/2657-umrah-ramadhan-seperti-haji-bersama-nabi336.html

@ Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 12 Sya’ban 1433 H

>
Call Now Button
WhatsApp us